The Power of mind

hari tua

hari tua

setiap orang berjalan menuju masa tua. Namun kita bisa memilih :
1. menjadi tua dan menjadi beban anak cucu atau
2. menjadi tua ,namun tetap mandiri

Ada pribahasa yang mungkin kedengaran sudah usang,tapi sebenarnya tetap up to date untuk disimak dan diaplikasikan dalam setiap aspek kehidupan kita. “ Don’t wait ,untill to-morrow what you can do to day,because to-morrow maybe too late” . Jangan tunggu sampai besok,apa yang dapat dikerjakan pada hari ini,karena esok mungkin sudah terlambat.

Mengapa? Karena :
– menunda berarti membatalkan rencana.
– menunda berarti menutup peluang
– menunda berarti meliwatkan kesempatan
– menunda berarti tidak menggunakan hak pilih kita

Kita sering terlena dan berpikir:” Masih banyak waktu ,saya masih muda,tidak perlu buru buru,takkan lari gunung dikejar dan seterusnya.

Kita lupa,bahwa kesempatan terkadang hanya datang sekali saja dalam hidup kita dan belum tentu kesempatan kedua akan datang lagi. Kita juga sering lupa,bahwa “gunung memang tidak akan lari”,tapi mungkin kita yang tidak lagi memiliki tenaga untuk mendaki kegunung

Jangan hanya belajar dari kesuksesan ,tapi belajarlah juga dari kegagalan hidup orang lain.Agar kita jangan sampai mengalami kegagalan yang sama.

Gagal atau sukses,diawali dari cara berpikir kita. Karena pikiran selalu mendahului apa yang akan terjadi. Orang yang selalu berpikiran bahwa ia akan gagal,maka kegagalan pasti akan menjadi miliknya. Sebaliknya bila kita selalu berpikir sukses,maka sukses akan jadi bagian dari hidup kita.

masa tua bahagia

masa tua bahagia

Salah satu cara berpikir yang salah:” Saya sudah tua,wajarlah bila saya sakit sakitan,toh ada anak cucu yang akan menjaga saya”.

Bila pikiran negatif ini dibiarkan berlarut dan mengendap di alam bawah sadar,maka kita sudah men setting atau memprogram:” Kalau saya tua ,saya akan sakit sakitan dan jadi beban anak cucu saya.” Maka orang yang berpikiran demikian sudah menciptakan doa negatif bagi dirinya sendiri. Dalam bahasa yang vulgar ,dapat dikatakan bahwa orang yang selalu berpikiran negatif adalah orang yang mengutuki dirinya sendiri. Maka kutukan itupun jadilah.

You are what you think. Anda akan menjadi seperti apa yang anda yakini. Jadilah seperti yang kita imani.

Pikiran dapat menjadi madu dalam hidup kita,tetapi juga bisa menjadi racun. Terserah kepada kita ,mau diarahkan kemana

jangan hidup seperti ayam. Mengais dari pagi hingga sore,hanya untuk dimakan pada hari ini .Karena kelak bila anda sudah tidak mampu mengais lagi,maka anda akan mati kelaparan

buang semua pikiran negatif dan bertekad :” Kelak saya akan jadi orang tua yang mandiri. Saya tidak mau jadi beban anak cucu.!”

Sesungguhnyalah hidup itu adalah sebuah pilihan. Pilihlah yang terbaik,agar kelak tidak akan kita sesali.

Tjiptadinata Effendi – kompasiana

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s