Category: Berita

Kapan Menyiapkan Dana Pensiun?

masa tua bahagia

masa tua bahagia

Kapan Menyiapkan Dana Pensiun?

KOMPAS.com – Menjalani masa pensiun bersama pasangan dengan tenang merupakan impian banyak orang. Anda dapat mewujudkannya dengan menyiapkannya melalui perencanaan keuangan yang matang. Kapan waktu tepat mulai menyiapkan dana pensiun? Jika kondisi keuangan Anda serupa seperti Tatik, 38, ibu rumah tangga ini, bersiaplah merencanakan dana pensiun Anda.

Tujuan keuangan yang ditetapkan Tatik di usianya ke-38 adalah memiliki masa pensiun dengan tenang dan pergi haji bersama suami. Kondisi keuangan Tatik pada saat ia menetapkan tujuannya adalah berpenghasilan Rp 4 juta hanya dari gaji suami. Sebagai manajer rumah tangga, Tatik mengeluarkan uang Rp 2,5 juta per bulan untuk pengeluaran rutin rumah tangga. Continue reading

Advertisements

Prudential Syariah Optimis Menggaet Kelas Menengah pada 2013

Seperti perbankan syariah, asuransi syariah memiliki peluang besar untuk berkembang di Indonesia. Sebagai negara Muslim yang sangat diperhitungkan baik di lingkup regional maupun global, Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi sekitar 6% pada 2012. Peluang ini digarap serius oleh PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) dengan mengembangkan unit bisnis syariah.

“Prudential Indonesia meluncurkan produk unit link berbasis syariah pada tahun 2007. Sekitar 25% dari total pendapatan premi kami berasal dari asuransi syariah,” kata Presiden Direktur Prudential Indonesia William Kuan (9/11). Ia menyatakan, PRUlink Syariah sukses meraup 42,9% premium dan 31,2% aset dalam keseluruhan pangsa pasar asuransi syariah Indonesia hanya dalam 5 tahun.

“Tidak ada target spesifik tahun depan. Jumlah penambahan nasabah dan kenaikan premi sudah terlihat menggembirakan. Ini menjadi tolok ukur Prudential Indonesia,” ucap Business Development Director Prudential Indonesia sekaligus Wakil Ketua Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia Ahmir ud Deen optimistis. Diperkirakan peningkatan jumlah nasabah tahun 2013 tidak meleset dari 14,3%-14,4%, berdasarkan persentase kenaikan tahun 2011 dan 2012. Sasaran yang dibidik berasal dari kelas menengah yang diprediksi akan mengalami peningkatan pendapatan rata-rata pada tahun 2040 mendatang.

PRUlink Syariah mengandalkan konsep Dana Tabarru yang mengikuti inti akunting syariah, yaitu tanggungan risiko dan keuntungan para nasabah secara bersama. Begitu seorang nasabah membeli polis PRUlink Syariah, ia dapat menikmati manfaatnya secara langsung. “Risk sharing merupakan daya tarik terkuat bagi nasabah, baik Muslim maupun non-Muslim. Dengan Dana Tabaru, nasabah ikut membantu orang lain dengan cara kontribusi,” Ahmir ud Deen menambahkan.

Di samping itu, setiap lembaga keuangan multi-finance memerlukan sekurang-kurangnya 1 perwakilan dan Dewan Pengawasan Syariah. Maka, kebijakan pemerintah dibutuhkan untuk mengatur persoalan ini. Pengamat Makroekonomi Telisa Falianty berpendapat, diperlukan adanya lembaga penjaminan polis apabila perusahaan asuransi syariah mengalami bail-out sewaktu-waktu. “Lembaga keuangan juga harus berkoordinasi dengan lembaga bukan keuangan secara lebih baik,” ia menandaskan. (Rosa Sekar Mangalandum)

http://swa.co.id/business-strategy/prudential-syariah-optimis-menggaet-kelas-menengah-pada-2013

Prudential Syariah Kuasai Pangsa Pasar Asuransi Syariah

Prudential Syariah Kuasai Pangsa Pasar Asuransi Syariah
Sabtu, 10 November 2012, 22:14 WIB

Prudential Syariah

Prudential Syariah


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Asuransi jiwa Prudential Indonesia tidak hanya menguasai pasar konvensional saja.

Unit usaha syariah Prudential Indonesia juga mendominasi pangsa pasar asuransi syariah Indonesia.

Hingga tengah tahun 2012 perusahaan asuransi terbesar ini menguasai 42 persen pangsa pasar premi asuransi syariah Indonesia.

Hingga Juni 2012 premi Prudential Syariah mencapai Rp 997,9 miliar atau tumbuh 24,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Sedangkan pangsa pasar aset Prudential Syariah berkontribusi 32 persen terhadap total aset asuransi syariah,” ujar Presiden Direktur Prudential Indonesia, William Kuan, dalam media gathering Prudential Syariah, Jumat (9/11).

Baiknya pertumbuhan Prudential Syariah ini disebabkan oleh tiga faktor, lanjut William. Pertama, gencarnya sosialisasi syariah dan asuransi syariah yang ada di Indonesia. Hal ini menambah edukasi masyarakat terhadap industri syariah di Indonesia.

Kedua pertumbuhan ini disebabkan oleh baiknya penjelasan yang diberikan oleh tenaga pemasaran Prudential Indonesia kepada masyarakat. Dan terakhir, pertumbuhan tersebut ditopang oleh besarnya kepercayaan masyarakat terhadap nama Prudential.

Dengan hasil ini, kontribusi syariah di Prudential mencapai 10 persen. Sejauh ini pemegang polis syariah di Prudential Indonesia mencapai 254 ribu orang. Jumlah ini meningkat tujuh kali lipat sejak Prudential Syariah pertama kali diluncurkan pada 2007.

Ke depan bisnis asuransi syariah akan terus meningkat. Prudential telah mengadakan survei kepada 3.000 responden terkait asuransi syariah. Hasilnya, kata William, baru satu persen responden yang menggunakan asuransi syariah.

Sisanya belum dan belum teredukasi dengan baik. “Ini potensi bagi Prudential,” kata dia. Selain pertumbuhan premi dan aset yang mengagumkan, pertumbuhan premi baru juga menjadi indikator baiknya pencapaian yang diraih Prudential syariah.

OJK: Dana Pensiun Belum Diterima secara Luas

OJK: Dana Pensiun Belum Diterima secara Luas

Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

JAKARTA, KOMPAS.com — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai sebaran program dana pensiun di perusahaan-perusahaan di Tanah Air belum merata. Untuk itu, program dana pensiun harus lebih dikembangkan.

Direktur Pengawasan Dana Pensiun OJK Heru Juwanto mengatakan budaya di Indonesia memicu hambatan berkembangnya dana pensiun. “Program dana pensiun perlu dijadikan program karena belum merata, tapi bekum berkembangnya dana pensiun juga karena budaya Indonesia,” kata Heru di Financial Club Jakarta, Kamis (26/9/2013).

Budaya Indonesia yang dimaksud Heru adalah ketika telah memasuki masa pensiun, masyarakat Indonesia mengandalkan anak untuk merawat dan membantu secara finansial. Hal itu sebetulnya baik, tetapi Heru mengatakan tidak bisa mengharapkan anak atau cucu untuk hadapi masa tua. Continue reading

Menyiapkan “Deposito Diri” Agar Keluarga Sejahtera

Menyiapkan “Deposito Diri” Agar Keluarga Sejahtera

KOMPAS.com – Kesadaran finansial tidak merata untuk keluarga di Indonesia. Padahal merencanakan keuangan penting, terutama bagi keluarga, untuk menuju sejahtera. Minimnya pengetahuan membuat banyak orang tidak merencanakan keuangan dengan baik. Alhasil, pendapatan yang diterima setiap bulannya terserap tanpa terencana atau bahkan tanpa target yang pasti.

“Banyak orang yang tidak memiliki target yang pasti, termasuk dalam perencanaan keuangannya, dalam rangka untuk mensejahterakan diri dan keluarganya. Padahal setiap orang butuh target yang jelas untuk membantunya meningkatkan kesejahteraan keluarga, terutama dalam perencanaan keuangan,” jelas Hendri Hartopo, Konsultan Independen Perencanaan Keuangan, kepada Kompas Female di sela jumpa pers Avrist Purple Movement, di Jakarta, Selasa (25/10/2011) lalu. Continue reading