OJK: Dana Pensiun Belum Diterima secara Luas

OJK: Dana Pensiun Belum Diterima secara Luas

Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

JAKARTA, KOMPAS.com — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai sebaran program dana pensiun di perusahaan-perusahaan di Tanah Air belum merata. Untuk itu, program dana pensiun harus lebih dikembangkan.

Direktur Pengawasan Dana Pensiun OJK Heru Juwanto mengatakan budaya di Indonesia memicu hambatan berkembangnya dana pensiun. “Program dana pensiun perlu dijadikan program karena belum merata, tapi bekum berkembangnya dana pensiun juga karena budaya Indonesia,” kata Heru di Financial Club Jakarta, Kamis (26/9/2013).

Budaya Indonesia yang dimaksud Heru adalah ketika telah memasuki masa pensiun, masyarakat Indonesia mengandalkan anak untuk merawat dan membantu secara finansial. Hal itu sebetulnya baik, tetapi Heru mengatakan tidak bisa mengharapkan anak atau cucu untuk hadapi masa tua. Continue reading

True Story: Suami dan Tangisan Kedua Seorang Istri

Ketika seorang suami meninggal, terkadang sang istri dibuatnya menangis DUA kali!

Jakarta, 9 Oktober 2012

“Mas, saya boleh titip plastik ini sebentar ya?”

tangis isteri

tangis isteri

Seorang ibu paruh baya mendatangi saya yang sedang menunggu di lobi sebuah perusahaan BUMN raksasa di kawasan Jalan Gatot Subroto Jakarta

“Boleh bu, taruh saja di sini”, jawab saya sambil menunjuk sebuah titik di dekat kaki saya.”

Tak lama kemudian sang ibu berjalan menuju meja resepsionis. Saya ikuti langkahnya dengan ekor mata saya sampai tak lama kemudian dia kembali menuju tempat saya berdiri dengan langkah gontai dan wajah yang muram

“Kenapa bu?”
“Iya, saya tidak boleh naik ke atas oleh pak satpam”
“Emang ibu dari mana?”
“Dari berobat di poliklinik, saya bawa barang dagangan buat orang, tapi saya gak boleh naik ke atas.”

Saya memperhatikan sekilas ibu ini, siapa ibu ini? Yang saya ketahui, hanya karyawan dan keluarga karyawan yang bisa berobat di poliklinik kantor ini. Rasa penasaran membawa saya mengajukan beberapa pertanyan sampai terkuak fakta bahwa ternyata dia istri seorang karyawan yang meninggal pada usia 34 tahun, tepat 10 tahun lalu.

Ya, suaminya meninggal.
Karena serangan jantung.
Dia usianya yang masih sangat muda….
Hmm, sekedar informasi kalau Anda penasaran karena apa dia meninggal : ROKOK!

Okelah, kita tinggalkan rokok dulu sejenak. Kali lain saya akan bahas lebih dalam soal barang laknat itu.

Sang almarhum, telah bekerja 14 tahun sebelum beliau meninggal. Perusahaan tempat dia bekerja memberikan uang duka sebesar Rp. 60 juta untuk istrinya. Mendapatkan uang Rp. 60 juta , ibu ini langsung memutuskan untuk membeli sebuah rumah di bilangan Ciledug karena sebelumnya mereka hanya mengontrak di daerah ini. Dan perlu dicatat, dia masih tetap mendapat uang pensiun bulanan.

Anaknya ada tiga, ketika meninggal putra bungsunya masih berusia 2 tahun.
Sang ibu berusia 32 tahun kala itu

Karena ternyata uang pensiun dari kantor tidak cukup untuk biaya hidup sehari-hari, si ibu berniat untuk memulai bisnis dengan modal dari hasil menjual rumah itu. Dan tahun 2004 akhirnya rumah itu dijual kembali dengan harga Rp. 80 juta. Jadi Rp. 40 juta untuk usaha dan Rp. 40 juta untuk kembali mengontrak rumah di Ciledug.

Hmmm, suara sang ibu suah mulai melirih…
Matanya mulai berkaca-kaca, tapi terlihat ketegaran di raut mukanya.

Dia mulai menceritakan tentang bagaimana bisnis yang dia rintis berakhir tragis. Dia merasa kegagalannya adalah karena tidak ada pengalaman usaha, sebagai informasi, si ibu memilih kredit elektronik sebagai bisnisnya. Banyak ditipu, banyak pembeli yang menghilang dan tidak membayar dan akhirnya berangsur habis.

Dia mulai berpikir kala itu agar uangnya tidak habis. Dan akhirnya pindah ke Rangkasbitung dengan membeli rumah seharga Rp. 30 juta. Ini adalah tempat tinggalnya sekarang. Dan saat ini dia berjualan pempek di sebuah SMP di Rangkasbitung,

Dan akhirnya saya tidak tahan untuk bertanya pada dia :
“Bawa apa sih di tas plastik ini bu?”

Krupuk! Sang ibu menjual krupuk untuk menutup buat ongkos perjalanannya dari rumah ke poliklinik saja. Tapi karena tidak bisa naik ke atas , maka sang ibu tidak dapat uang maksimal hari itu.

DUA KALI!

Tak cukup membuatnya menangis untuk kali pertama ketika sepulang dari pemakaman, dia menyadari bahwa ada sosok yang baik, ramah, tanggung jawab, lembut yang selama ini menyayanginya dan anak-anaknya secara tulus, saat ini sudah tiada lag

Hari berganti….
Minggu terlewati….
Bulan demi bulan…
Sampai akhirnya 2 tahun, dia mulai bisa terbiasa dengan kondisi ini.

Sampai akhirnya dia menangis lagi untuk kedua kalinya, dan kali ini tangisannya lebih memilukan dibanding yang pertama. Dia menangis, bahwa ternyata suaminya tidak meninggal sendiri. “DIA AJAK GAJINYA IKUT MENINGGAL BERSAMANYA!!”. Dan tabungan dari almarhum suaminya mulai menipis dan habis, barulah dia sadar bahwa ia perlu bekerja lagi untuk memenuhi kebutuhan.

Wahai para suami!
Keputusan Anda hari ini yang akan membuat istri Anda (insya Allah) tidak perlu menangis untuk kedua kalinya.
Sehingga ketika kita nanti sudah berpindah alam dan Tuhan memberikan kita kesempatan untuk melihat kondisi keluarga kita di dunia, Anda akan tersenyum dan tak perlu mengajukan permintaan pada Tuhan : “Ya Tuhan, kalau kiranya Kau berikan aku kesempatan untuk turun sejenak ke dunia, 5 menit saja, aku akan menemui agen asuransi yang dulu pernah datang pada saya, saya akan menandatangani kontrak asuransi jiwa syariah yang dibawanya….”

*diambil dari blog pribadi seorang teman: Gusnul Pribadi

Prudential’s Corporate Program

Prudential’s Corporate Program

Program Kesejahteraan Karyawan (Employee Benefit Program)

Program Kesejahteraan Karyawan (Employee Benefit Program) yang baik dapat menciptakan perasaan aman dan tenang bagi karyawan sebuah perusahaan. Banyak perusahaan-perusahaan terutama skala kecil dan menengah yang belum bahkan tidak terpikirkan untuk membuat program ini bagi karyawannya. Hal ini biasanya lebih disebabkan oleh anggapan bahwa program ini cukup rumit penanganannya sehingga mereka cenderung tidak memprioritaskan hal ini. Padahal sebenarnya Employee Benefits Program ini merupakan suatu program yang banyak memberikan manfaat baik bagi perusahaan itu sendiri, terlebih lagi bagi para karyawannya.

Prudential Plc. Indonesia menyediakan berbagai macam produk dalam Employee Benefits Program ini. Produk dari program ini diantaranya adalah:
– Berbagai produk Asuransi (Jiwa, Kesehatan, Kecelakaan, Sakit Kritis, Gaji);
– Dana Pensiun; serta
– Konsultasi dan Pelayanan kepada perusahaan yang ingin melaksanakan Program Kesejahteraan Karyawan untuk karyawan beserta keluarganya. Continue reading

Kisah Ibu Tua dan Anak Gadisnya

untuk ibu tersayang

untuk ibu tersayang

YOUR LIFE IS IN YOUR HAND – Kematian itu pasti datangnya, tetapi kita tidak pernah tahu kapan dia akan menjemput kita… Sebelum kematian itu datang, mari kita rencanakan kehidupan setelah kita tinggalkan bagi orang-orang yang kita cintai….

Jika saat ini anda masih ragu saat menerima penawaran polis asuransi jiwa dari agen Asuransi Prudential atau perencana keuangan, silahkan anda renungkan makna yang terkandung dalam ‘Kisah Ibu Tua dan Anak Gadisnya’ berikut ini :

Ada seorang ibu tua yang mempunyai anak gadis anak tunggal yang sudah bekerja. Pada suatu hari anak gadis tersebut mendapat tawaran untuk mengambil rekening Asuransi Prudential oleh seorang Financial Planner Prudential Singapore.

Setelah dibuatkan Ilustrasi Prudential oleh Financial Planner, si anak mengatakan mau dipelajari dulu, tetapi ternyata ilustrasi asuransi Prudential tersebut tidak pernah dibaca, cuma di simpan di dalam laci meja kamarnya.

Suatu hari anak gadis itu meninggal dunia karena kecelakaan.

Saat si ibu tua sedang beres2 rumah dan menemukan ilustrasi Prudential di laci meja anaknya, si ibu tua begitu senang karena mengira anaknya begitu sayang dan mencintainya, karena sudah meninggalkan uang Asuransi untuk melanjutkan hidupnya. Continue reading

7 Mitos Membeli Asuransi Jiwa

masa tua bahagia

masa tua bahagia

7 Mitos Membeli Asuransi Jiwa

KOMPAS.com – Kesadaran masyarakat untuk membeli produk asuransi sering disebut masih rendah. Hal ini sebagian disebabkan adanya dugaan-dugaan mengenai kerugian atau ketidakleluasaan yang akan diperoleh jika Anda membeli produk asuransi. Benarkah demikian?

Inilah yang perlu diluruskan. Asuransi jiwa adalah bagian penting dari perencanaan keuangan. Tetapi, salah pengertian mengenai asuransi jiwa bisa mencegah orang untuk mendapatkan manfaatnya. Kelak, ketika terjadi masalah, ia baru sadar seharusnya sudah sejak lama membeli asuransi. Agar Anda tidak termakan gosip atau omongan orang mengenai asuransi jiwa (yang belum tentu benar), sebaiknya Anda kenali dulu mitos-mitos seputar asuransi jiwa yang paling populer.

1. Orang yang masih muda dan lajang tidak membutuhkan asuransi
Adakah orang yang mengalami kerugian ketika kita meninggal dunia? Bagaimanapun juga, meskipun kita tidak bergantung pada orang lain, kita tetap akan meninggalkan utang kartu kredit, cicilan rumah, pinjaman tunai, hingga biaya pemakaman. Kebijakan asuransi jiwa umumnya akan menutup biaya-biaya ini. Semakin cepat, atau semakin muda Anda membeli asuransi, Anda bisa mendapatkan premi yang lebih rendah. Asuransi juga akan menjamin biaya-biaya yang Anda keluarkan bila Anda mengalami masalah kesehatan kelak. Continue reading

Menyiapkan “Deposito Diri” Agar Keluarga Sejahtera

Menyiapkan “Deposito Diri” Agar Keluarga Sejahtera

KOMPAS.com – Kesadaran finansial tidak merata untuk keluarga di Indonesia. Padahal merencanakan keuangan penting, terutama bagi keluarga, untuk menuju sejahtera. Minimnya pengetahuan membuat banyak orang tidak merencanakan keuangan dengan baik. Alhasil, pendapatan yang diterima setiap bulannya terserap tanpa terencana atau bahkan tanpa target yang pasti.

“Banyak orang yang tidak memiliki target yang pasti, termasuk dalam perencanaan keuangannya, dalam rangka untuk mensejahterakan diri dan keluarganya. Padahal setiap orang butuh target yang jelas untuk membantunya meningkatkan kesejahteraan keluarga, terutama dalam perencanaan keuangan,” jelas Hendri Hartopo, Konsultan Independen Perencanaan Keuangan, kepada Kompas Female di sela jumpa pers Avrist Purple Movement, di Jakarta, Selasa (25/10/2011) lalu. Continue reading

TIPS MENOLAK AGEN ASURANSI

TIPS MENOLAK AGEN ASURANSI

Pernahkah Anda didatangi oleh agen asuransi? Atau saat ini malah dikejar-kejar Agen Asuransi. Apa yang ada di benak Anda saat itu? Apakah menurut Anda asuransi ada manfaatnya? Apa persepsi Anda tentang asuransi?. Cukup banyak tanggapan yang muncul, ada yang berkonotasi negatif tetapi ada juga yang positif.

Namun Bagi Anda yang ingin Menolak Asuransi berikut ada Tips Jitu Cara Menolak Asuransi : Continue reading