Tagged: Agen Asuransi Prudential Tangerang

Menyiapkan Dana Masa Depan

Asuransi Dana Pendidikan Anak

Asuransi Dana Pendidikan Anak

Menyiapkan Dana Masa Depan

KOMPAS.com – Sebagai ilustrasi, biaya pendidikan di sebuah perguruan tinggi negeri di Jakarta, yang pada tahun 2012 sekitar Rp 90 juta, pada tahun 2020 bisa mencapai Rp 200 juta. Bahkan, pada tahun 2025 bisa sekitar Rp 300 juta.

Untuk perguruan tinggi swasta di Jakarta, perkiraan biayanya jauh lebih tinggi. Misalnya, biaya pendidikan pada tahun 2012 sebesar Rp 200 juta. Pada tahun 2020 bisa melonjak menjadi Rp 450 juta, bahkan pada tahun 2025 bisa sekitar Rp 700 juta.

Lebih tinggi lagi biaya pendidikan di perguruan tinggi luar negeri yang pada tahun 2012 mencapai Rp 900 juta, pada tahun 2020 bisa menjadi Rp 2 miliar. Pada tahun 2025, meningkat lagi signifikan menjadi Rp 3 miliar.

Membayangkan angka-angka itu saja sudah membuat kita membuat hitung-hitungan sederhana di kepala. Seberapa besar dana yang harus kita siapkan agar kelak mencukupi kebutuhan biaya pendidikan itu? Continue reading

Pentingnya Asuransi pendidikan

Pentingnya Asuransi pendidikan

Sesuai fungsinya, asuransi pendidikan adalah untuk proteksi. Pemilik asuransi adalah ayah atau ibu yang menjadi pencari nafkah utama. Pemilik asuransi diharuskan membayar premi dalam jumlah dan waktu tertentu sesuai pilihan.

Keuntungannya, pemilik asuransi akan mendapatkan dana tiap kali putra-putri memasuki jenjang pendidikan baru, SD, SMP, SMA, dan PT. Selain itu dana asuransi akan tetap diberikan jika pemiliknya meninggal dunia dengan tanpa membayar premi lagi. Sebaliknya dana yang diambil sebelum waktunya akan dikenakan pinalti, diharuskan membayar dalam jumlah tertentu.

Kapan asuransi ini Anda mulai? Sebaiknya sejak usia anak dini. Anda dapat memulai program asuransi ini sejak anak berusia 0 tahun karena premi yang dibayarkan bisa lebih murah ketimbang kalau Anda mengikuti asuransi saat anak sudah lebih besar, premi yang harus dibayarkan akan lebih tinggi. Usia anak dengan batas maksimal 12 tahun dan usia orang tua juga menjadi faktor penentu besarnya premi.

Anda kemudian tinggal menghubungi pihak asuransi. Lalu, berdasarkan rencana Anda, pihak asuransi akan menghitung berapa dana yang diperlukan untuk masing-masing jenjang pendidikan. Dari situ, bisa disimpulkan berapa besar premi yang harus dibayarkan setiap bulan. Pihak asuransi juga akan menghitung dana yang terkumpul dengan premi yang sudah ditentukan.

Contohnya, jika saat ini pendapatan Anda sekitar Rp 5 juta per bulan, asumsikan 10%- nya untuk biaya asuransi pendidikan anak, yaitu sebesar Rp 500 ribu per bulan, atau sekitar Rp 6,5 juta per tahun

Kapan Menyiapkan Dana Pensiun?

masa tua bahagia

masa tua bahagia

Kapan Menyiapkan Dana Pensiun?

KOMPAS.com – Menjalani masa pensiun bersama pasangan dengan tenang merupakan impian banyak orang. Anda dapat mewujudkannya dengan menyiapkannya melalui perencanaan keuangan yang matang. Kapan waktu tepat mulai menyiapkan dana pensiun? Jika kondisi keuangan Anda serupa seperti Tatik, 38, ibu rumah tangga ini, bersiaplah merencanakan dana pensiun Anda.

Tujuan keuangan yang ditetapkan Tatik di usianya ke-38 adalah memiliki masa pensiun dengan tenang dan pergi haji bersama suami. Kondisi keuangan Tatik pada saat ia menetapkan tujuannya adalah berpenghasilan Rp 4 juta hanya dari gaji suami. Sebagai manajer rumah tangga, Tatik mengeluarkan uang Rp 2,5 juta per bulan untuk pengeluaran rutin rumah tangga. Continue reading

7 Alasan Kenapa Anda Tidak Butuh Asuransi

Asuransi Prudential

Asuransi Prudential

7 Alasan Kenapa Anda Tidak Butuh Asuransi

Barangkali membaca judul diatas Anda senang, karena mendapatkan “Pembenaran” atau jawaban yg selama ini Anda cari, atau Jawaban yang menyetujui bahwa Asuransi itu tidak penting. Betul apa betul hayo….?

Asuransi menjadi TIDAK PENTING bagi diri Anda jika Anda menjawab 7 pertanyaan ini dengan “TIDAK”. Coba Anda jawab dengan jujur ya.! Continue reading

Prudential Syariah Optimis Menggaet Kelas Menengah pada 2013

Seperti perbankan syariah, asuransi syariah memiliki peluang besar untuk berkembang di Indonesia. Sebagai negara Muslim yang sangat diperhitungkan baik di lingkup regional maupun global, Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi sekitar 6% pada 2012. Peluang ini digarap serius oleh PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) dengan mengembangkan unit bisnis syariah.

“Prudential Indonesia meluncurkan produk unit link berbasis syariah pada tahun 2007. Sekitar 25% dari total pendapatan premi kami berasal dari asuransi syariah,” kata Presiden Direktur Prudential Indonesia William Kuan (9/11). Ia menyatakan, PRUlink Syariah sukses meraup 42,9% premium dan 31,2% aset dalam keseluruhan pangsa pasar asuransi syariah Indonesia hanya dalam 5 tahun.

“Tidak ada target spesifik tahun depan. Jumlah penambahan nasabah dan kenaikan premi sudah terlihat menggembirakan. Ini menjadi tolok ukur Prudential Indonesia,” ucap Business Development Director Prudential Indonesia sekaligus Wakil Ketua Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia Ahmir ud Deen optimistis. Diperkirakan peningkatan jumlah nasabah tahun 2013 tidak meleset dari 14,3%-14,4%, berdasarkan persentase kenaikan tahun 2011 dan 2012. Sasaran yang dibidik berasal dari kelas menengah yang diprediksi akan mengalami peningkatan pendapatan rata-rata pada tahun 2040 mendatang.

PRUlink Syariah mengandalkan konsep Dana Tabarru yang mengikuti inti akunting syariah, yaitu tanggungan risiko dan keuntungan para nasabah secara bersama. Begitu seorang nasabah membeli polis PRUlink Syariah, ia dapat menikmati manfaatnya secara langsung. “Risk sharing merupakan daya tarik terkuat bagi nasabah, baik Muslim maupun non-Muslim. Dengan Dana Tabaru, nasabah ikut membantu orang lain dengan cara kontribusi,” Ahmir ud Deen menambahkan.

Di samping itu, setiap lembaga keuangan multi-finance memerlukan sekurang-kurangnya 1 perwakilan dan Dewan Pengawasan Syariah. Maka, kebijakan pemerintah dibutuhkan untuk mengatur persoalan ini. Pengamat Makroekonomi Telisa Falianty berpendapat, diperlukan adanya lembaga penjaminan polis apabila perusahaan asuransi syariah mengalami bail-out sewaktu-waktu. “Lembaga keuangan juga harus berkoordinasi dengan lembaga bukan keuangan secara lebih baik,” ia menandaskan. (Rosa Sekar Mangalandum)

http://swa.co.id/business-strategy/prudential-syariah-optimis-menggaet-kelas-menengah-pada-2013

Prudential Syariah Kuasai Pangsa Pasar Asuransi Syariah

Prudential Syariah Kuasai Pangsa Pasar Asuransi Syariah
Sabtu, 10 November 2012, 22:14 WIB

Prudential Syariah

Prudential Syariah


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Asuransi jiwa Prudential Indonesia tidak hanya menguasai pasar konvensional saja.

Unit usaha syariah Prudential Indonesia juga mendominasi pangsa pasar asuransi syariah Indonesia.

Hingga tengah tahun 2012 perusahaan asuransi terbesar ini menguasai 42 persen pangsa pasar premi asuransi syariah Indonesia.

Hingga Juni 2012 premi Prudential Syariah mencapai Rp 997,9 miliar atau tumbuh 24,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Sedangkan pangsa pasar aset Prudential Syariah berkontribusi 32 persen terhadap total aset asuransi syariah,” ujar Presiden Direktur Prudential Indonesia, William Kuan, dalam media gathering Prudential Syariah, Jumat (9/11).

Baiknya pertumbuhan Prudential Syariah ini disebabkan oleh tiga faktor, lanjut William. Pertama, gencarnya sosialisasi syariah dan asuransi syariah yang ada di Indonesia. Hal ini menambah edukasi masyarakat terhadap industri syariah di Indonesia.

Kedua pertumbuhan ini disebabkan oleh baiknya penjelasan yang diberikan oleh tenaga pemasaran Prudential Indonesia kepada masyarakat. Dan terakhir, pertumbuhan tersebut ditopang oleh besarnya kepercayaan masyarakat terhadap nama Prudential.

Dengan hasil ini, kontribusi syariah di Prudential mencapai 10 persen. Sejauh ini pemegang polis syariah di Prudential Indonesia mencapai 254 ribu orang. Jumlah ini meningkat tujuh kali lipat sejak Prudential Syariah pertama kali diluncurkan pada 2007.

Ke depan bisnis asuransi syariah akan terus meningkat. Prudential telah mengadakan survei kepada 3.000 responden terkait asuransi syariah. Hasilnya, kata William, baru satu persen responden yang menggunakan asuransi syariah.

Sisanya belum dan belum teredukasi dengan baik. “Ini potensi bagi Prudential,” kata dia. Selain pertumbuhan premi dan aset yang mengagumkan, pertumbuhan premi baru juga menjadi indikator baiknya pencapaian yang diraih Prudential syariah.

OJK: Dana Pensiun Belum Diterima secara Luas

OJK: Dana Pensiun Belum Diterima secara Luas

Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

JAKARTA, KOMPAS.com — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai sebaran program dana pensiun di perusahaan-perusahaan di Tanah Air belum merata. Untuk itu, program dana pensiun harus lebih dikembangkan.

Direktur Pengawasan Dana Pensiun OJK Heru Juwanto mengatakan budaya di Indonesia memicu hambatan berkembangnya dana pensiun. “Program dana pensiun perlu dijadikan program karena belum merata, tapi bekum berkembangnya dana pensiun juga karena budaya Indonesia,” kata Heru di Financial Club Jakarta, Kamis (26/9/2013).

Budaya Indonesia yang dimaksud Heru adalah ketika telah memasuki masa pensiun, masyarakat Indonesia mengandalkan anak untuk merawat dan membantu secara finansial. Hal itu sebetulnya baik, tetapi Heru mengatakan tidak bisa mengharapkan anak atau cucu untuk hadapi masa tua. Continue reading