Tagged: asuransi jiwa

7 Alasan Kenapa Anda Tidak Butuh Asuransi

Asuransi Prudential

Asuransi Prudential

7 Alasan Kenapa Anda Tidak Butuh Asuransi

Barangkali membaca judul diatas Anda senang, karena mendapatkan “Pembenaran” atau jawaban yg selama ini Anda cari, atau Jawaban yang menyetujui bahwa Asuransi itu tidak penting. Betul apa betul hayo….?

Asuransi menjadi TIDAK PENTING bagi diri Anda jika Anda menjawab 7 pertanyaan ini dengan “TIDAK”. Coba Anda jawab dengan jujur ya.! Continue reading

Advertisements

True Story: Suami dan Tangisan Kedua Seorang Istri

Ketika seorang suami meninggal, terkadang sang istri dibuatnya menangis DUA kali!

Jakarta, 9 Oktober 2012

“Mas, saya boleh titip plastik ini sebentar ya?”

tangis isteri

tangis isteri

Seorang ibu paruh baya mendatangi saya yang sedang menunggu di lobi sebuah perusahaan BUMN raksasa di kawasan Jalan Gatot Subroto Jakarta

“Boleh bu, taruh saja di sini”, jawab saya sambil menunjuk sebuah titik di dekat kaki saya.”

Tak lama kemudian sang ibu berjalan menuju meja resepsionis. Saya ikuti langkahnya dengan ekor mata saya sampai tak lama kemudian dia kembali menuju tempat saya berdiri dengan langkah gontai dan wajah yang muram

“Kenapa bu?”
“Iya, saya tidak boleh naik ke atas oleh pak satpam”
“Emang ibu dari mana?”
“Dari berobat di poliklinik, saya bawa barang dagangan buat orang, tapi saya gak boleh naik ke atas.”

Saya memperhatikan sekilas ibu ini, siapa ibu ini? Yang saya ketahui, hanya karyawan dan keluarga karyawan yang bisa berobat di poliklinik kantor ini. Rasa penasaran membawa saya mengajukan beberapa pertanyan sampai terkuak fakta bahwa ternyata dia istri seorang karyawan yang meninggal pada usia 34 tahun, tepat 10 tahun lalu.

Ya, suaminya meninggal.
Karena serangan jantung.
Dia usianya yang masih sangat muda….
Hmm, sekedar informasi kalau Anda penasaran karena apa dia meninggal : ROKOK!

Okelah, kita tinggalkan rokok dulu sejenak. Kali lain saya akan bahas lebih dalam soal barang laknat itu.

Sang almarhum, telah bekerja 14 tahun sebelum beliau meninggal. Perusahaan tempat dia bekerja memberikan uang duka sebesar Rp. 60 juta untuk istrinya. Mendapatkan uang Rp. 60 juta , ibu ini langsung memutuskan untuk membeli sebuah rumah di bilangan Ciledug karena sebelumnya mereka hanya mengontrak di daerah ini. Dan perlu dicatat, dia masih tetap mendapat uang pensiun bulanan.

Anaknya ada tiga, ketika meninggal putra bungsunya masih berusia 2 tahun.
Sang ibu berusia 32 tahun kala itu

Karena ternyata uang pensiun dari kantor tidak cukup untuk biaya hidup sehari-hari, si ibu berniat untuk memulai bisnis dengan modal dari hasil menjual rumah itu. Dan tahun 2004 akhirnya rumah itu dijual kembali dengan harga Rp. 80 juta. Jadi Rp. 40 juta untuk usaha dan Rp. 40 juta untuk kembali mengontrak rumah di Ciledug.

Hmmm, suara sang ibu suah mulai melirih…
Matanya mulai berkaca-kaca, tapi terlihat ketegaran di raut mukanya.

Dia mulai menceritakan tentang bagaimana bisnis yang dia rintis berakhir tragis. Dia merasa kegagalannya adalah karena tidak ada pengalaman usaha, sebagai informasi, si ibu memilih kredit elektronik sebagai bisnisnya. Banyak ditipu, banyak pembeli yang menghilang dan tidak membayar dan akhirnya berangsur habis.

Dia mulai berpikir kala itu agar uangnya tidak habis. Dan akhirnya pindah ke Rangkasbitung dengan membeli rumah seharga Rp. 30 juta. Ini adalah tempat tinggalnya sekarang. Dan saat ini dia berjualan pempek di sebuah SMP di Rangkasbitung,

Dan akhirnya saya tidak tahan untuk bertanya pada dia :
“Bawa apa sih di tas plastik ini bu?”

Krupuk! Sang ibu menjual krupuk untuk menutup buat ongkos perjalanannya dari rumah ke poliklinik saja. Tapi karena tidak bisa naik ke atas , maka sang ibu tidak dapat uang maksimal hari itu.

DUA KALI!

Tak cukup membuatnya menangis untuk kali pertama ketika sepulang dari pemakaman, dia menyadari bahwa ada sosok yang baik, ramah, tanggung jawab, lembut yang selama ini menyayanginya dan anak-anaknya secara tulus, saat ini sudah tiada lag

Hari berganti….
Minggu terlewati….
Bulan demi bulan…
Sampai akhirnya 2 tahun, dia mulai bisa terbiasa dengan kondisi ini.

Sampai akhirnya dia menangis lagi untuk kedua kalinya, dan kali ini tangisannya lebih memilukan dibanding yang pertama. Dia menangis, bahwa ternyata suaminya tidak meninggal sendiri. “DIA AJAK GAJINYA IKUT MENINGGAL BERSAMANYA!!”. Dan tabungan dari almarhum suaminya mulai menipis dan habis, barulah dia sadar bahwa ia perlu bekerja lagi untuk memenuhi kebutuhan.

Wahai para suami!
Keputusan Anda hari ini yang akan membuat istri Anda (insya Allah) tidak perlu menangis untuk kedua kalinya.
Sehingga ketika kita nanti sudah berpindah alam dan Tuhan memberikan kita kesempatan untuk melihat kondisi keluarga kita di dunia, Anda akan tersenyum dan tak perlu mengajukan permintaan pada Tuhan : “Ya Tuhan, kalau kiranya Kau berikan aku kesempatan untuk turun sejenak ke dunia, 5 menit saja, aku akan menemui agen asuransi yang dulu pernah datang pada saya, saya akan menandatangani kontrak asuransi jiwa syariah yang dibawanya….”

*diambil dari blog pribadi seorang teman: Gusnul Pribadi

Kisah Ibu Tua dan Anak Gadisnya

untuk ibu tersayang

untuk ibu tersayang

YOUR LIFE IS IN YOUR HAND – Kematian itu pasti datangnya, tetapi kita tidak pernah tahu kapan dia akan menjemput kita… Sebelum kematian itu datang, mari kita rencanakan kehidupan setelah kita tinggalkan bagi orang-orang yang kita cintai….

Jika saat ini anda masih ragu saat menerima penawaran polis asuransi jiwa dari agen Asuransi Prudential atau perencana keuangan, silahkan anda renungkan makna yang terkandung dalam ‘Kisah Ibu Tua dan Anak Gadisnya’ berikut ini :

Ada seorang ibu tua yang mempunyai anak gadis anak tunggal yang sudah bekerja. Pada suatu hari anak gadis tersebut mendapat tawaran untuk mengambil rekening Asuransi Prudential oleh seorang Financial Planner Prudential Singapore.

Setelah dibuatkan Ilustrasi Prudential oleh Financial Planner, si anak mengatakan mau dipelajari dulu, tetapi ternyata ilustrasi asuransi Prudential tersebut tidak pernah dibaca, cuma di simpan di dalam laci meja kamarnya.

Suatu hari anak gadis itu meninggal dunia karena kecelakaan.

Saat si ibu tua sedang beres2 rumah dan menemukan ilustrasi Prudential di laci meja anaknya, si ibu tua begitu senang karena mengira anaknya begitu sayang dan mencintainya, karena sudah meninggalkan uang Asuransi untuk melanjutkan hidupnya. Continue reading

7 Mitos Membeli Asuransi Jiwa

masa tua bahagia

masa tua bahagia

7 Mitos Membeli Asuransi Jiwa

KOMPAS.com – Kesadaran masyarakat untuk membeli produk asuransi sering disebut masih rendah. Hal ini sebagian disebabkan adanya dugaan-dugaan mengenai kerugian atau ketidakleluasaan yang akan diperoleh jika Anda membeli produk asuransi. Benarkah demikian?

Inilah yang perlu diluruskan. Asuransi jiwa adalah bagian penting dari perencanaan keuangan. Tetapi, salah pengertian mengenai asuransi jiwa bisa mencegah orang untuk mendapatkan manfaatnya. Kelak, ketika terjadi masalah, ia baru sadar seharusnya sudah sejak lama membeli asuransi. Agar Anda tidak termakan gosip atau omongan orang mengenai asuransi jiwa (yang belum tentu benar), sebaiknya Anda kenali dulu mitos-mitos seputar asuransi jiwa yang paling populer.

1. Orang yang masih muda dan lajang tidak membutuhkan asuransi
Adakah orang yang mengalami kerugian ketika kita meninggal dunia? Bagaimanapun juga, meskipun kita tidak bergantung pada orang lain, kita tetap akan meninggalkan utang kartu kredit, cicilan rumah, pinjaman tunai, hingga biaya pemakaman. Kebijakan asuransi jiwa umumnya akan menutup biaya-biaya ini. Semakin cepat, atau semakin muda Anda membeli asuransi, Anda bisa mendapatkan premi yang lebih rendah. Asuransi juga akan menjamin biaya-biaya yang Anda keluarkan bila Anda mengalami masalah kesehatan kelak. Continue reading

Warisan Kulkas Seharga Rp. 500 Juta

polis asuransi jiwa

polis asuransi jiwa

YOUR LIFE IS IN YOUR HAND – Kerjakan apa yang seharusnya anda kerjakan. Lakukan secepat mungkin ketika anda masih leluasa untuk menyelesaikannya. Jangan sampai anda menyesal ketika menyadari bahwa semuanya sudah terlambat. Nasi sudah menjadi bubur

Membeli Proteksi Tidak membuat orang menjadi bangkrut, tapi banyak orang yang bangkrut karena tidak punya Proteksi..

Saya mendengar cerita ini dari seorang leader, silahkan anda renungkan maknanya … Continue reading

Nasi Sudah Menjadi Bubur

YOUR LIFE IS IN YOUR HAND – Sadarkah anda kalau hidup ini penuh dengan RESIKO? Kapanpun dan Dimanapun kita berada, resiko bisa saja datang tanpa direncanakan karena dia selalu mengintai kita. Bentuk resiko kecil seperti terjatuh, kecelakaan, sakit, cacat total sampai pada resiko besar yaitu KEMATIAN.

“Manusia hanya berusaha, namun Allah yang menentukan“.

Lalu, apa yang sebaiknya kita lakukan? Menghindari dan bersembunyi dari resiko dengan cara diam ditempat? Bukankah tidak mungkin sebagai makhluk hidup kita hanya diam?

penyesalan selalu datang terlambat

penyesalan selalu datang terlambat

Jika anda adalah seorang suami dan bapak , sebaiknya mulailah merenungkan :

Bagaimana nasib anak ISTRI dan ANAK atau tanggungan yang lain, jika tiba-tiba resiko yang besar datang tanpa diundang? Bagaimana masa depan mereka?

Siapa yang akan menjamin masa depan Anda dan keluarga jika sewaktu-waktu Anda mengalami resiko kecelakaan sehingga mengalami cacat total ataupun bahkan MENINGGAL DUNIA?

Saya tidak ingin menakut-nakuti Anda. Tetapi sebaiknya Kita harus yakin bahwa kematian jika sudah datang tidak dapat ditunda. Continue reading